May 21, 2007

Suatu Hari di Inspirit Learning Centre

Ditengah padatnya rutinitas pekerjaan kita perlu merencanakan untuk mengunjungi tempat-tempat yang belum pernah kita kunjungi

Apr 20, 2007

MODAL

"Kalau kita ingin sukses, kita harus memiliki modal", itulah kalimat yang sering kita dengar dari berbagai orang yang diajak diskusi untuk merencanakan sukses, baik diri sendiri, organisasi, maupun komunitas. Bicara modal, mainstream orang cendrung pada uang (money), namun menurut saya bicara modal uang hanyalah salah satu komponennya. Kalau kita merujuk ke unsur manajemen 5 M(Man, Money, Material, Machine & Method), jelas uang tidak bisa berbuat banyak tanpa 4 unsur lainya. Artinya modal itu tidak harus uang, bukankah akuntansi juga mengakui adanya aktiva tidak berwujud? Aktiva tidak berwujud bisa jadi brand, metode, hak cipta, goodwill dan lainnya yang dianggap memiliki pengaruh besar bagi kelangsungan organisasi.

Apr 9, 2007

SALAH SATU SESI DI TRAINING KEUANGAN UNTUK ANGGOTA BSUIA 30 MARET - 01 APRIL 2007

Mar 2, 2007

LUAR BIASA

Ketika berangkat kerja, seperti biasa saya singgah di warung kopi, maklum untuk kita2 yang masih jomblo harus sarapan di warkop, tanpa disengaja saya ketemu dengan teman yang telah lama tak berjumpa. saya ketemu dia ketika saya masih bekerja di forum LSM Aceh.

Yang dia tanyakan pertama kali kepada saya adalah bagaimana membuat LSM.,,, Sayapun terheran, yang seperti sudah banyak saya temui apalagi sekarang ini lagi demam LSM, .....

Kami pun berdiskusi panjang ttg LSM, saya pun menyampaikan bahwa sekarang saya tidak lagi di forum LSM Aceh melainkan di IMPACT. dia juga agak terkejut ketika saya menyebutkan jabatan di IMPACT. Katanya " Kok itu2 aja sih?"

Lantas saya berceritalah tentang apa itu IMPACT dan untuk apa saya di IMPACT + web http://www.impactaceh.org/ . jurus yang saya perkenalkan kali ini adalah vibrant, karena teringat tentang pengalaman mas dani memperkenalkan vibrant teaching, yang kebetulan teman saya ini adalah guru SMA di kawasan Aceh Utara. Nampaknya dia tertarik, dan dia menawarkan diri untuk jadi peserta training vibrant kalau dilaksanakan oleh IMPACT.

Disini pula saya hanya memberi harapan... kira2 bulan april lah....

Disela2 itu juga kami mendiskusikan bagaimana cara meningkatkat mutu guru melalui vibrant teaching...
Dia berjanji akan berkonsultasi lebih lanjut mengenai hal ini, karena di juga punya lembaga yang didirikan oleh para guru.

Mudah2an.....

Feb 3, 2007

PENGHARGAAN


SETIAP INSAN BUTUH PENGHARGAAN
MAKA HARGAILAH PENGHARGAAN ITU DENGAN WAJAR

Kejujuran dan Keikhlasan


Kejujuran pada dasarnya adalah kebutuhan jiwa manusia yang paling hakiki. Setiap insan selalu ingin jujur, baik bagi diri sendiri dan lingkungan sekitarnya. Namun hari ini seperti asing bagi masyarakat kita kalo ada yang membahas persoalan kejujuran. lihat saja reaksi masyarakat terhadap PP 37/2006 tentang tunjangan bagi anggota DPRD. Disatu sisi kita menuntut para anggota dewan untuk berprilaku jujur, peduli konstituen, dermawan dsb, sementara disisi yang lain kita seolah2 tidak sepakat dengan besarnya hak yang diberi pemerintah kepada meraka. Fakta dilapangan setiap anggota dewan pasti mengeluarkan biaya yang lumayan besar untuk biaya kepedulian, seperti sumbangan untuk kegiatan mahasiswa, ormas, partai politik sampai kepada memenuhi janji kepada masyarakat dan tim suksesnya. Secara realitas gaji yang mereka terima tidak cukup untuk membiayai kebutuhan tsb belum lagi kebutuhan keluarganya. jadi dari mana juga sumber pendanaan mereka???. sementara kalo ada anggota dewan yang agak kecil koefisien kedermawanannya selalu dicap dengan berbagai lebel negatif. menurut hemat saya ini sama saja mendorong anggota dewan untuk menjadi calo proyek...

Nah disinilah kita harus melihat secara jujur, bahwa anggota dewan itu juga manusia.. kejujuran anggota dewan mengungkapkan hati nuraninya secara jujur adalah hal yang palingkita tunggu termasuk pengeluarannya per bulan... kalau setiap anggota dewan mempublikasikan laporan keuangan pribadi bulanannya mungkita akan melihat PP 37 adalah sebagai solusi.

Persoalan ini kembali kepada tingkat kejujuran kita masing2... kejujuran pun belum cukup kalau belum diiringi oleh keikhlasan... karena kejujuran itu adalah kebutuhan jiwa, getarannya ditentukan oleh tingkat keikhlasan kita....

Nov 10, 2006

SOLIDARITAS ACEH DI GAMPONG GLOBAL

OLEH: RIDWAN H MUKHTAR

Dua kali limong sikureueng, Dalam ruweueng na sa.
Bloe siplôh publoe sikureueng,Dalam ruweueng na laba.
( Dua kali lima sembilan, Dalam ruang ada Satu, Beli sepuluh jual sembilan, Dalam ruang ada laba )

Taprang kaphè bela agama,Usèe peunjajah Beulanda ngon Jipang.
Aneuk tapangkèe keumun tabina, Ureueng ranto tapeutimang
( Perangi kafir membela agama, Mengusir penjajah Belanda dan Jepang Anak dipangku kemenakan dibimbing, Orang perantau dilayani )

[ I ]
Ini hanya catatan singkat pengantar dari diskusi. Karena catatan, maka banyak hal yang tak memuaskan, dan umum adanya. Maja diatas mengindikasi perilaku hidup: Keuntungan dan kebaikan, menegakkan kebaikan ( amar ma’ruf ) dengan memberi kompensasi ( amal ) pada hamba sahaya, seumando, ureung rantoe, ureung leung jaroe, keu wareeh lingka.

Solidaritas Aceh yang berazas pada tata nilai. Solidaritas kata yang terpecah dari ukhuwah, tauhid, rabithah. Solidaritas menghendaki pada kepedulian, persatuan. Secara bahasa pengertiannya tentu sangat terbatas. Museuraya ( bergotong royong ) atas satu pekerjaan merupakan budaya baik. Meuseuraya, pada waktu tertentu melambangkan kesatuan, padu pada suatu media/objek yang dituju, dipindahkan, dicapai: Meuseuraya bak peugoet rumoh ( Rumoh Aceh/di Aceh ). Meuseuraya, bukan bertujuan memberatkan, sebaliknya untuk meringankan suatu pekerjaan, beban, penderitaan orang lain ( individu, kelompok, komunal/gampong,idiologi, maupun teologi,rumpun-tertentu ). Nah, yang seperti ini dikatakan: Solidaritas untuk kebaikan, kemaslahatan.

Seperti halnya dengan apa yang sudah dilakukan para pejuang jihad disabilillah dalam mengusir kafe belanda dahulu kala di Aceh. Karena rentang perang tiga abad lebih, maka solidaritas untuk melakukan perlawanan jelas atas dasar tiologi dan idiologi. Seperti halnya Perlawanan rakyat palestina terhadap israel. Dampak dari penegakan amar ma’ruf menghasilkan solidaritas dibelahan dunia lain. Tingkatan solidaritas dalam ujud kadarnya tergantung pada rasa, merasakan penderitaan, dan sikpa konsistensi para pejuangnya. Semakin lama perlawanan, perjuangan atas dasar kebenaran, maka solidaritas itu akan memperpanjang ’nafas’ para pejuangnya. Solidaritas semacam ini, apalagi didukung oleh kebijakan negara maka ’nafas’ para pejuangnya akan ’berenergi’ dan ’bergizi’ secara padu dengan generasi selanjutnya. Selebihnya dikenang pada hari tertentu, dicatat dalam lembar sejarah.

[ 2 ]
Dan dengan seperti itu, maka agak teranglah pemahaman anda: Solidaritas itu bisa saja dihubungkan kemana saja: Atas nama perjuangan akan keyakinan, aliran, mazhab, adat/tradisi. Selebihnya kita mengenal trend solidaritas kemanusian: Lintas idiologi dan tiologi. Solidaritas kemanusiaan cenderung mengemuka pada waktu dan wilayah krisis. Individu atau kelompok yang ’terhukum’ dalam perspektif kemanusiaan mempunyai hak untuk diperlakukan secara manusiawi. Walaupun palu putusan sudah memutuskan salah karena melanggar tata tertib dan norma yang hidup dalam masyarakat dan berbangsa. Begitulah kira-kira. Artinya, solidaritas kemanusiaan, penghargaan terhadap nilai-nilai kemanusiaan berada pada tempat yang ’suci’ dan terpelihara. Kafir zimmi, bahkan anjing sekalipun tetap harus dilindungi hak-haknya. Maka solidaritas terhadap minoritas atas mayoritas menjadi ukuran peradaban suatu kaum. Tak terkecuali di Aceh, penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan menjadi diskursus. Kejahatan kemanusiaan menyebabkan solidaritas lintas negara. Bahkan menjadi solidaritas rakyat dengan rakyat ( people to people ) . Asumsi kenapa terjadi solidaritas, sangat berhubungan dengan kerentananan manusia yang kalah dengan benturan kekerasan akibat mobilisasi kekuatan rekayasa manusianya. Begitu juga dalam becana alam, manusia cenderung abai terhadap resiko, dan pasrah menerima akibat berlanjut: Ketidapastian hidup, dan ketidakpastian mendapatkan kebahagiaan, kenyamanan.

[ 3 ]

Pengantar selanjutnya, dengan satu soal: Bagaimanakah kita melihat filosofi solidaritas dalam perspektif kearifan budayanya?.

Dalam maja, sikap yang menunjukkan rasa peduli, sapeu padan, sapeu kheun, terbentuk dalam tradisi sosial dalam komunitas gampong. Karena menjadi maja, maka pelanggaran, sikap abai terhadapnya dianggap sikap meu-kota, cuek, dan tidak bermasyarakat. Secara sosial dan diatur dalam perangkat adat, sanksi pengabaian justru akan diberikan kepada sang pelanggar, misal: Tidak bersedia menghadiri undangan khenduri yang diadakan dirumah si pelanggar, dll.

Berikut diantara maja tersebut: Bakna neutèm peuleubèh bacut watèe keu gob, laèn Bak neutèm peuleubèh bacut pikiran keu gob laèn. Bak neutèm peuleubèh bacut teunaga keu gob laèn, Bak neutèm peuleubèh bacut hareuta keu gob laèn.

[ 3 ]

Kembali ke tema: SOLIDARITAS ACEH DI GAMPONG GLOBAL. Bagaimana kita membahasnya?.

Kita mulai dari soal: apa yang sudah kita sumbangkan sebagai bentuk ukhuwah, solidaritas kepada dunia ?. Kepada kemanusiaan?. Terlepas dari filosofi yang sudah ada sejak dahulu kala. Apakah bentuk-bentuk, model, indikator solidaritas itu?. Apa yang melatarbelakanginya?. Anasir konflik bersenjata, bencana gempa&tsunami, dan intervensi ( luar ) pasca anasir tersebut ( emergency response ).

Beberapa solusi mari kita tawarkan bersama. Misal, apakah dalam proses pembangunan pasca konflik dan bencana, solidaritas, meuseuraya menjadi kebutuhan?. Atau memang benar, meuseuraya itu sudah terkubur oleh intervensi bala bantuan itu sendiri?. Atau karena kita sudah sangat lama didera konflik, lalu kemanusiaan kita abai terhadap gejala rentan disekeliling kita.

Tanyakan juga; apakah gampong-gampong tempat kelahiran kita, masih menikmati ( butuh ) solidaritas, meuseuraya untuk membangun kubah mesjid?. Atau katakanlah meuseuraya membersihkan tanah kuburan?. Atau jangan-jangan kita meuseuraya: Mengupah orang bersama-sama mengumpulkan rupiah, hanya untuk membersihkan tanah kuburan itu?. Entahlah. Seperti membuat timphan, darimanakah kita memulai ini semua?.


Banda Aceh, 10 November 2006
Ridwan H Mukhtar ( rumahkandang@yahoo.com )

Nov 2, 2006

PUCUK DICINTA ULAM PUN TIBA

(NOMOR HP HILANG CINTAPUN MELAYANG)
Created by : SARAH BIRGA


Jam sembilan pagi Ranti baru bisa membuka matanya, saat sinar matahari mulai
menerobos jendela kamar. Sambil mengusap-ngusap mata Ranti berjalan kearah kamar mandi yang jaraknya kira-kira 12 meter dari kamar tidurnya. Aahh... tiba-tiba Ranti malas untuk mandi, lagi pula tubuhnya belum begitu sembuh dari sakit flu,pilek,batuk dan demam, ”mendingan aku gosok gigi terus mandi setengah tiang biar enggak ngantuk lagi.......” gumam Ranti sambil melirik kearah air yang bening dibak kamar mandi.
Bram-brum.... bunyi air dan sesekali terdengar suara batuk yang kemudian disusul dengan suara lainnya.
”Hemmmmm.......benar juga badanku terasa lebih segar”, tampa pikir panjang lagi Ranti langsung berinisiatif untuk sarapan....”wouwwww ada nasi goreng kesukaanku nyam.nyam.nyam....” hanya dalam hitungan menit nasi goreng beserta lauk pauknya ludes tampa sisa...dasar sijago makan........!!!!
Siap makan Ranti bermaksud rilek sejenak diteras rumahnya, sambil mengingat-ngingat kembali tentang mimpinya semalam. ”hhmmm..mimpi apa ya????? Ya.ya aku baru ingat,semalam aku mimpi pergi ketaman bunga dan disana aku melihat sebatang pohon bunga lonceng gereja yang sedang mekar dan bunga matahari yang berwarna putih, sungguh indah sekali....” sambil mengernyutkan dahinya Ranti mencoba menerka-nerka tentang makna mimpinya, tidak lama kemudian terlihat seulas senyum menghiasi bibirnya, ada apa gerangan??????? Oook..ouuu....ternyata Ranti sudah mengetahui makna dari mimpinya. APAAAA....AAAANNN...TTTUUUUHHHH.????
Menurut buku takbir mimpi yang pernah dibaca oleh Ranti, arti mimpinya adalah akan ada cinta yang bersemi. ”benarkah???? Tapiiiii kayaknya enggak mungkin deh....soalnya aku dah enggak sreggg lagi ama tuh cowok, malah kalau bisa jumpa ama dia hari ini aku mau langsung putusin dia, biar enggak ada beban lagi karena tuh cowok nyebelin banget” Ranti ngomel-ngomel sendiri karena Ranti memang lagi sendiri, orang rumah semua pada pergi. Kasiaaaaannn deh luuuu Raaaannnn!!!!!!!
Waktu terus berjalan, tampa terasa hari sudah mulai sore, jam mununjukkan pukul enam sore. Sepanjang hari tadi tidak ada kejadian yang aneh atau menyenangkan,semua biasa-biasa saja. Tiba-tiba handphone Ranti yang terletak diatas tempat tidur berbunyi, sepontan saja Ranti yang sedang menutup jendela kamarnya karna sudah sore.... kageeeetttttttt.
Dengan seribu tanda tanya Ranti mengangkat handphonenya sambil berkata ”halooooo...Assalamualaikummmm.....” Waalaikumsaalam terdengar jawaban dari seberang, yang kemudian dilanjutkan dengan percakapan dan sesekali terlihat Ranti mendelik seperti orang kesambeeettttt. Dan pada saat percakapan mau diakhiri, sang cowok yang mau diputusin oleh Ranti datang dengan kereta bututnya. Dalam hati Ranti berkata”pucuk dicinta ulampun tiba” setelah mengakhiri percakapannya dihandphone Ranti langsung keluar kamar untuk menjumpai cowoknya yang baru datang,setelah empat hari menghilang tidak ada kabar!!!!!
Dengan wajah sedikit cemberut Ranti menghampiri cowoknya yang sudah tidak sabar menunggu, sambil mengulurkan tangan mengajak salaman Ranti bertanya ”kemana saja bang dalam beberapa hari ini?
Cowok:”abang keMedan dek baru aja pulang”
Ranti :”kok adek enggak dikabarin?
Cowok :”iya dek, nomor HP adek sudah hilang,jadi abang tidak bisa kasih tahu”
Ranti :”eemmmm...gitu ya....emang nomor adek tidak penting buat abang,makanya abang buang ya????”percekcokan mulai terjadi, suhu mulai memanas...wah gawaaatttt.
Saat yang dinanti-nantipun tiba.....kata putuspun meluncur dari bibir Ranti tampa bisa dicegah lagi. Hanya kata putuslah yang bisa membuat mimpinya semalam jadi kenyataan, karena ia tidak mungkin bisa menerima lamaran sipenelpon tadi kalau hubungannya dengan sicowok ini masih dipertahankan. Sang cowok tidak berkutik saat putik cintanya layu sebelum berkembang, sedangkan Ranti...dengan wajah berseri ia menari-nari mengitari taman hati yang mulai bersemi dengan benih-benih melati.
Melati adalah lambang cinta yang sejati.

Oct 17, 2006

“MERAJUT UKHUWAH MEMBANGUN PERADABAN”

Sudah pernahkah para pembaca yang budiman membaca, mendengar atau melihat ungkapan diatas yang saya tulis sebagai judul dari coretan ini? Saya secara jujur menjawabnya belum. Tapi ungkapan tersebut dia atas sejak bulan september 2006 kemarin semakin sering menghiasi percakapan saya. Bahkan telah menghipnotis para aktivis RTA untuk bergerak, bertransformasi, membangun komitmen untuk bersama-sama membangun RTA mewujudkan impian indahnya dihari esok….
MERAJUT UKHUWAH MEMBANGUN PERADABAN adalah ungkapan yang saya tulis dimana2, dikop surat, company profile , di kartu nama pengurus KSU TAJIRIN RTA sebagai MOTTO, inspirasi, pemberi semangat bagi Pengurus, Pengelola dan Anggota KSU TAJIRIN RTA untuk bekerja membangunkan kembali Koperasi yang telah didirikan sejak tanggal 27 Maret 2000.
Hari ini ungkapan “MERAJUT UKHUWAH MEMBANGUN PERADABAN” diakui atau tidak sepertinya telah membangunkan harimau yang sedang tertidur dalam jangka waktu yang begitu lama… sungguh luar biasa….. kebuntuan-kebuntuan yang selama ini begitu terasa mengganjal bagi sebagian aktivis yang nongkrong di jalan abdullah ujong rimba 26 seperti telah memberikan titik terang.. Semangat mencari solusi, bekerja secara profesional, tabligh dan amanah telah menjadi bahan diskusi sehari..
Pertemuan buka puasa bersama para ”dhuafa” di markas besar RTA pada hari khamis tanggal 12 oktober 2006 laksana suara tambo yang ditabuh untuk membangunkan orang makan sahur. Secara spontan oleh para aktivis ”dhuafa” yang setia menjaga markas RTA meripee2 mengumpulkan sumber daya dan menyusun rencana...
Rencana apakah gerangan??? Adalah buka puasa bersama di esok harinya, jum’at tanggal 13 oktober 2006 tepatnya hari ke 20 ramadhan, perbatasan antara periode magfhirah dan ’itqu minannar dengan menghadirkan para aktivis RTA yang akan dirangkai dengan bincang2 informal para aktivis tentang masa depan, masa depan RTA , masa depan Aceh dan Islam tentunya......
Meskipun acaranya dilalui dengan suasana yang penuh dengan kesederhanaan.. namun hasil bincang2 informal setelah berbuka puasa sepertinya telah memberikan inspirasi baru semua yang hadir saat itu untuk bergerak.. Sambil mengulang berkali-kali ungkapan ”MERAJUT UKHUWAH MEMBANGUN PERADABAN” para ”dhuafa” membuat agenda, rencana prioritas dan komitmen bahwa mulai hari ini kita telah bekerja untuk melanjutkan kerja-kerja kemanusiaan dalam rangka MERAJUT UKHUWAH MEMBANGUN PERADABAN. Bahkan sepertinya meminta kerelaan jamaah untuk menggunakan ungkapan MERAJUT UKHUWAH MEMBANGUN PERADABAN bukan hanya sebagai TAJIRIN melainkan menjadi milik RTA.
Banyak agenda yang disepakati... antara lain Follow-Up hasil Assesment TANGO-TIFA, pembenahan keuangan, management program, kesekretariatan, progam advokasi RTA dan Pertanggungjawaban Program yang telah dijalankan.... lebih kurang ada 32 daftar inventarisir masalah yang harus dijawab kedepan. Termasuk buka puasa keesokan harinya (sabtu tanggal 14 Okt’06)......
Pada hari berikutnya sabtu tanggal 14 Okt’06 rencana tidak meleset... quantitas para aktivis yang hadir untuk berbuka puasa pun lebih banyak. Namun sayang, saya dan bahrifal tidak dapat hadir untuk saat berbuka bersama karena telah ada agenda sebelumnya yang tak mungkin kami abaikan.. setelah shalat tharawih, Akhi/ukhty/ukhaiya kembali berkumpul, Agenda pertama yang disepakati untuk dibahas adalah bagaimana membangun sitem keuangan RTA yang profesional. Untuk hal yang satu ini kawan2 meminta saya menjadi failitator, tak mungkin ditolak....di awali pengarahan katib’am , dan dilanjutkan oleh bendahara , berbagai kendala yang ada pun mulai diunggkapakan.... judul untuk pertemuan ini saya tulis dengan ungkapan ”MERAJUT UKHUWAH MEMBANGUN PERADABAN” ......................... bersambung
By. Muslim Hasan Birga
www.mhbc.vze.com